BerandaNASIONALEKONOMIPelaku Usaha Apresiasi dan Berharap Banyak Kepada Komite Persecapatan Pemulihan Ekonomi Nasional

Pelaku Usaha Apresiasi dan Berharap Banyak Kepada Komite Persecapatan Pemulihan Ekonomi Nasional

Ketua Umum HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dunia usaha merespon positif dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah dalam hal ini bapak Presiden yang telah menerima masukan dan saran untuk membentuk Komite Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional satu badan dengan Komite Penanganan Covid yang tertuang dalam Perturan Presiden No.82 Tahun 2020.

Pandangan tersebut diutarakan oleh Ketua Umum HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang menanggapi pembentukan Komite Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Menurutnya dunia usaha tentu berharap banyak terhadap Komite ini karena tantangan yang kita hadapi saat ini sangat berat multi kompleks dan dirasakan semua sektor usaha. Sehingga perlu penanganan serius, terlebih ancaman resesi ekonomi sudah di depan mata harus ada manajemen krisis yang terkoordinir, terarah dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kita berharap Komite ini dapat dilengkapi dengan perwakilan Dunia Usaha dari masing-masing sektor usaha agar dapat menyusun berbagai masukan dan harapan yang diharapkan dari Pemerintah. Karena masing masing sektor usaha memiliki tantangan dan permasalahan yang berbeda beda pada masa Covid ini,” ujar Sarman.

Dengan adanya perwakilan dari masing-masing sektor usaha tersebut lanjut Sarman, akan lebih mudah menyusun dan merumuskan serta meng-invetarisir berbagai kebijakan, regulasi yang diharapkan sesuai kebutuhan masing masing.

“Efektivitas Komite ini sangat dinantikan untuk mampu menjembatani dan mengkomunikasikan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dunia usaha sehingga berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha dilapangan dapat segera di respon cepat dan diselesaikan,” ungkap Sarman.

Sarman berharap komite ini agar segera menyusun program dan agenda kerja melakukan kajian dan evaluasi akan kondisi ekonomi terkini dilapangan dan solusi antisipasi. Krisis Ekonomi yang sudah di depan mata agar dapat diantisipasi dampak yang akan terjadi seperti gelombang PHK dan pengangguran, daya beli masyarakat semakin menurun, kemiskinan semakin bertambah dan upaya menggerakkan kembali UMKM menjadi kekuatan perekonomian nasional.

“Krisis ekonomi yang akan kita hadapi harus ada strategi khusus supaya tidak terjerumus terlalu dalam seperti yang dialami Negara tetangga kita Singapura yang PDB terkontraksi minus 41% pada kuartal 2 dua,” tandas Sarman.

Selamat bekerja kepada komite Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, kita akan mensupport dan mendukung pernuh,karena tantangan besar ini akan dapat dihadapi bersama dengan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha dan Pemerintah. (win)

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Jakarta Review

JANGAN LEWATKAN