Prestasi Luar Biasa Kadis Parekraf DKI Andhika Permata Membawa 1,04 Juta Wisman ke Jakarta
Kadis Parekraf DKI Andhika Permata sukses bawa 1,04 juta wisman ke Jakarta pada Semester I-2026 lewat strategi pemasaran digital terintegrasi.

JAKARTA, jakrev.com – Wajah pariwisata Metropolitan menunjukkan pergeseran paradigma yang kian progresif sepanjang paruh pertama 2026.
Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dinamika kunjungan pelancong memperlihatkan grafik yang melonjak tajam pada Semester I-2026, dengan catatan 8,82 juta perjalanan wisatawan nusantara serta menembus angka 1,04 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memaparkan, akselerasi sektor pariwisata ini merefleksikan pertumbuhan yang luar biasa secara statistik.
“Indikator pariwisata menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Jumlah wisatawan nusantara mencapai 8,82 juta perjalanan, sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara naik 8,17 persen menjadi 1,04 juta kunjungan,” ungkap Gubernur Pramono saat memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lonjakan masif tersebut tidak lahir secara kebetulan. Di balik angka jutaan kunjungan itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta di bawah komando Kepala Dinas Andhika Permata menerapkan rumusan kebijakan yang taktis, terukur, dan berbasis data (data-driven policy).
Alih-alih bertumpu pada pola konvensional, Disparekraf mengambil langkah progresif dengan mengorkestrasi kampanye pemasaran digital berskala global, termasuk menggandeng platform Online Travel Agent (OTA) internasional terkemuka.
Pendekatan jemput bola lewat ekosistem digital terintegrasi ini terbukti menjadi katalisator ampuh bagi industri perhotelan lokal. Kuartal pertama dan kedua tahun 2026 menjelma menjadi momentum kebangkitan yang mendatangkan limpahan devisa langsung ke sektor riil.
Berdasarkan data analitik internal kampanye promosi destinasi, sinergi digital bersama OTA sukses mengail konversi pendapatan (sales revenue) yang fantastis, khususnya untuk okupansi kamar hotel.
Dari platform Booking.com, gelombang reservasi menghasilkan devisa sebesar USD244.567. Angka yang lebih masif tercatat melalui platform Agoda, yang meraup pendapatan hingga *USD794.890. (*berdasarkan basis data laporan transaksional resmi yang diberikan secara langsung oleh Agoda Group ketika kampanye berakhir)
Jika ditotal dalam rupiah, inisiatif pemasaran digital ini berhasil menyuntikkan pendapatan bersih lebih dari Rp17 miliar-18 miliar secara langsung ke dalam urat nadi industri perhotelan ibukota, di luar perputaran uang dari sektor kuliner, transportasi, dan ritel.
Efektivitas kinerja ini sekaligus menegaskan ketepatan visi kepemimpinan Andhika Permata dalam mengarahkan alokasi anggaran promosi.
Keputusan untuk memprioritaskan kanal digital terarah terbukti memberikan Return on Investment (ROI) yang riil dan akuntabel, memicu lonjakan malam menginap (room nights) bagi hotel-hotel di Jakarta dari berbagai kelas.
Dinamika positif ini mempertegas tesis bahwa Jakarta sedang mengalami metamorfosis besar. Ibukota kini sukses menanggalkan stigma lamanya yang sekadar dipandang sebagai kota bisnis birokratis dan pusat administrasi pemerintahan semata.
“Jakarta dulu dikenal sebagai kota bisnis dan pusat pemerintahan. Sekarang kunjungan wisatanya meningkat secara signifikan,” tegas Gubernur Pramono, menggarisbawahi suksesnya transisi Jakarta menjadi destinasi pelesir berdaya tarik tinggi.
Guna mengawal keberlanjutan tren ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus merawat momentum pertumbuhan pariwisata lewat penguatan kalender event berskala internasional, perbaikan kualitas integrasi transportasi publik, serta penggenjotan standar infrastruktur pendukung agar daya saing Jakarta semakin disegani di kancah pariwisata global.



