Liverpool Comeback Dramatis Atas Villarreal, Rio Ngumoha Pecahkan Rekor Michael Owen
Rio Ngumoha cetak rekor assist termuda Eropa saat bantu Liverpool raih kemenangan dramatis 4-3 atas Villarreal di Liga Champions.

LIVERPOOL, jakrev.com – Bermain di bawah tekanan akibat tertinggal dua gol tidak membuat skuat Liverpool panik. Dalam laga Liga Champions yang mendebarkan pada Rabu (21/10/2026) dini hari WIB di Anfield, tuan rumah sukses mencetak comeback sensasional dengan menekuk Villarreal lewat skor akhir 4-3.
Dari drama tujuh gol tersebut, sorotan utama penonton justru tertuju pada performa memukau pemain muda mereka, Rio Ngumoha.
Pemuda yang baru menginjak usia 18 tahun 52 hari ini tampil luar biasa dengan menyumbang dua assist krusial. Umpan silang matangnya dari sisi sayap berhasil diselesaikan Ronald Araujo pada penghujung babak pertama untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Tak berhenti sampai di situ, tusukan tajam Ngumoha kemudian memanjakan Alexis Mac Allister yang berujung pada gol ketiga The Reds.
Florian Wirtz pada akhirnya mengunci kemenangan dramatis tersebut lewat gol penentu di hadapan tribun The Kop yang bergemuruh.
Lewati Pencapaian Legenda Klub
Sumbangsih dua umpan berujung gol ini secara resmi menjadikan Ngumoha sebagai pemain termuda dalam sejarah klub yang mampu mencetak assist di kompetisi antarklub Eropa.
Mengutip data Opta yang dibagikan Michael Reid, rekor fantastis ini sebelumnya dipegang oleh mantan penyerang legendaris klub, Michael Owen. Kala itu, Owen mencatatkannya pada usia 18 tahun 324 hari saat bertanding melawan Valencia pada bulan November 1998 silam.
Bagi Ngumoha, pencapaian individu ini jelas membanggakan, tetapi kemenangan tim tetap menjadi prioritas utamanya.
“Rekor-rekor ini luar biasa untuk dipecahkan, tapi assist yang memastikan kami menang adalah hal terpenting,” ujar dia, seperti dikutip dari laman resmi Liverpool.
Mentalitas yang Tangguh
Penampilan pemain asal Inggris ini di atas lapangan hijau benar-benar mencerminkan mentalitasnya yang tangguh. Meski timnya sempat tertinggal lebih dulu, dia mengaku selalu optimistis bahwa rekan-rekannya bisa membalikkan keadaan.
Ketika ditanya mengenai keberaniannya membongkar pertahanan berlapis lawan, pemain sayap kanan ini mengaku punya rasa percaya diri yang kukuh untuk terus menekan bek musuh.
“Setiap kali saya mendapat bola dan ada peluang untuk duel satu lawan satu atau dua lawan satu, saya pasti akan melakukannya. Saya percaya pada kemampuan diri sendiri. Semakin sering kita mendapat peluang, lawan akan semakin khawatir,” tuturnya.
Dukungan Penuh Skuat The Reds
Dari dua kreasi golnya itu, Ngumoha secara khusus menyoroti proses assist keduanya sebagai momen favorit.
Sentuhan pertamanya yang sangat terarah ke ruang kosong, memungkinkan dia untuk langsung berlari kencang tanpa bisa dikejar lawan sebelum melepaskan umpan yang diselesaikan dengan indah oleh Mac Allister.
Performanya yang semakin matang ini tentu tak lepas dari proses adaptasi yang berjalan mulus di sisi sayap kanan. Menurut dia, pelatih dan seluruh pemain sangat membantunya untuk terus berkembang di sesi latihan rutin.
Malam magis di Anfield itu pun ditutup dengan momen emosional. Mendengar gemuruh suporter yang meneriakkan namanya membuat Ngumoha merasa perjuangannya terbayar lunas.
“Seperti yang selalu saya katakan, kami punya penggemar terbaik di dunia. Mendengar nama saya dinyanyikan secara langsung adalah sebuah mimpi yang jadi nyata,” tutup dia.



