DIDAKTIKA

Percepat Waktu Kuliah, Untar Konversikan Pengalaman Kerja dalam SKS

Media Gathering Untar bertemakan “Untar untuk Indonesia Sinergi yang Berintegrias dan Profesional” di Hotel Aston Bogor, Jawa Barat, Minggu, 22 Desember 2019. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Bogor – Rektor Universitas Tarumanagara (Untar),  Agustinus Purna Irawan mengatakan, sebagai kampus enterpreneurial, Untar selalu melakukan sejumlah perubahan sistem pembelajaran untuk mendukung karier mahasiswa. Salah satunya, mengonversikan pengalaman kerja atau keahlian mahasiswa dalam sistem kredit semester (SKS).

Agustinus menuturkan, pengalaman atau keahlian ini termasuk dalam sistem program rekognisi pembelajaran/pengalaman lampau (RPL) yang telah dirancang oleh pemerintah untuk mendukung karier mahasiswa.

“Adanya program RPL ini, kami bisa mengonversi hasil capaian atau keahlian mahasiswa dengan jurusan yang dipilih, sehingga mahasiswa tidak perlu mengulangi lagi mata kuliah yang secara praktik dia lebih menguasai. Misalnya, prodi (program studi,Red) yang harus ditempuh 144 SKS , jika mahasiswa bersangkutan secara praktik telah teruji dan dapat dikonversikan dalam mata kuliah yang ditempuh, dia hanya menyelesaikan sisanya,” kata Agustinus pada Media Gathering Untar yang bertemakan: “Untar untuk Indonesia Sinergi yang Berintegritas dan Profesional” di Hotel Aston Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/12).

Agustinus menambahkan, program konversi dalam RPL ini tidak akan mengurungi kualitas dan mutu pendidikan tinggi, melainkan mempercepat mahasiswa tersebut meraih gelar yang diinginkan. Misalnya, seorang mahasiswa lulusan dari SMK bidang akuntansi yang telah memiliki pengalaman kerja. Maka, pengalaman kerja sudah lulus kualifikasi ini dapat dikonversikan dalam nilai A atau B.

“Dia tidak perlu melakukan praktik dan magang lain karena dia telah memiliki pengalaman untuk bidang tersebut,” ujarnya.

Menurut Agustinus, program RPL ini dapat membantu dan memberikan kesempatan kepada para ahli di bidang masing-masing untuk mengejar gelar akademik sebagai sebuah pengakuan atau untuk menunjang kebutuhan kerjanya.

Pada kesempatan sama, Agustinus menyebutkan, Untar terus meningkatkan kualitas untuk mencapai target menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Pasalnya, saat ini berada di posisi ke-8. “Kami secara SDM bisa mencapai itu, jadi kami targetkan untuk dapat menjadi yang terbaik,”ujarnya.

Sedangkan secara nasional, Untar berada di posisi ke-34 dari 4.735 perguruan tinggi yang terdaftar Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PDPT Kemdikbud) menargetkan untuk masuk 25 besar.

Selain itu, Untar juga menargetkan bisa masuk 500 besar Asia. Untuk mencapai target tersebut, Agustinus menuturkan, Untar akan terus meningkatkan kualitas perguruan tinggi sisi mutu dengan akan dibuka sejumlah prodi sesuai kebutuhan abad 21, meningkatkan jumlah publikasi internasional, serta membuka diri dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak baik dari perguruan tinggi luar negeri maupun dengan dunia industri.

Agustinus menyatakan, Untar memiliki program unggulan lainnya yang mendukung target tersebut, seperti pendidikan jarak jauh (PJJ) berbasis e-learning maupun blended learning, integrasi antara S1 hingga S3 dan profesi, serta gelar ganda untuk profesi dan S-2 yang saat ini telah dijalankan di prodi Arsitektur, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil dan prodi lainnya yang sedang dikembangkan.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags

Artikel Terkait

Close