Denzel Bentley Buktikan Kualitas, Kanvaskan Shane Mosley Jr usai Lepas Gelar Juara Dunia
Denzel Bentley kalahkan Shane Mosley Jr lewat keputusan mutlak di London usai merelakan sabuk juara dunia WBO miliknya dicopot.

LONDON, jakrev.com – Suasana Copper Box Arena di London, Inggris, Minggu (8/11/2026) dini hari WIB, menjadi saksi ketangguhan Denzel Bentley (23-3-1, 18KO).
Petinju tuan rumah berusia 31 tahun itu berhasil memetik kemenangan mutlak atas Shane Mosley Jr. (23-6, 13KO) lewat pertarungan 10 ronde yang menguras stamina.
Meski tidak bisa disebut duel klasik yang sempurna, pertarungan ini menyuguhkan aksi sengit yang memikat para pecinta tinju dunia.
Kemenangan ini sekaligus menutup dinamika tajam yang dialami Bentley sepanjang tahun ini. Pekan lalu, dia harus merelakan sabuk juara dunia kelas menengah WBO miliknya dicopot oleh badan tinju tersebut.
Keputusan itu diambil WBO lantaran Bentley lebih memilih berduel melawan Mosley ketimbang meladeni tantangan wajib Yoenli Hernandez.
Padahal, Bentley yang baru saja didapuk sebagai juara penuh pada Juli lalu sempat mengajukan banding agar bisa melakukan pertahanan sukarela melawan petinju 35 tahun asal Las Vegas itu. Sayang, WBO menolaknya meski nama Mosley sebenarnya masuk dalam peringkat kelas menengah mereka.
Drama Ronde Awal dan Kanvas Pertama Mosley
Pertarungan dimulai dengan tempo tinggi sejak bel pertama. Pada ronde pembuka, Mosley yang berusaha memotong ruang gerak justru terkena pukulan balasan kanan dari Bentley.
Anak dari legenda Hall of Fame Shane Mosley itu mampu bertahan dan membalas, walau pukulan jab menyengat Bentley tetap memberikannya keunggulan di ronde pembuka.
Drama hebat tersaji pada ronde kedua. Sebuah pukulan right cross telak dari Bentley mendarat mulus dan merobohkan Mosley ke kanvas. Kejadian ini menjadi momen pertama dalam kariernya Mosley merasakan jatuh tersungkur.
Kendati tampak oleng saat bangkit, Mosley menunjukkan ketahanan fisik luar biasa untuk bertahan hingga bel ronde berakhir. Bentley sendiri memilih tidak bernafsu menghabisi lawannya secara terburu-buru.
“Dia tampil sangat kuat di ronde ketiga, sampai saya berpikir, wah saya baru saja membangunkan seekor macan,” ujar Bentley seusai duel.
Kebangkitan Mosley dan Resep Pelatih Martin Bowers
Mosley perlahan mengembalikan ritme di ronde ketiga dan empat, bahkan mulai mengontrol jalannya laga pada ronde kelima. Pada debutnya di Inggris ini, Mosley tampil makin produktif melepaskan pukulan.
Kondisi ini membuat pelatih Bentley, Martin Bowers, memberikan instruksi tegas sebelum ronde keenam dimulai agar Bentley menambahkan “sedikit urgensi” dan lebih aktif melepaskan kombinasi pukulan.
Instruksi itu terbukti manjur. Bentley perlahan keluar dari tekanan, sekaligus menepis bayangan performa buruknya saat secara mengejutkan kalah dari Nathan Heaney pada 2023 lalu.
Di penghujung ronde ketujuh, pukulan uppercut kiri Bentley mendarat manis, menjadi pukulan terbaiknya sejak knockdown di ronde kedua.
Sorotan Conor Benn dan Ambisi Sabuk Juara
Memasuki ronde-ronde akhir, kedua petinju saling jual beli serangan. Namun, efektivitas dan kualitas pukulan Bentley yang lebih bersih menjadi pembeda utama di mata para juri.
Tiga juri akhirnya memberikan angka 96-94, 96-94, dan 96-93 untuk keunggulan petinju asal London tersebut.
Usai laga, Bentley menegaskan ambisinya untuk kembali memburu sabuk juara dunia. Namun, skenario menarik lain bisa saja terwujud dalam waktu dekat.
Conor Benn, yang hadir langsung di pinggir ring mengenakan jumper mewah sambil berseru bahwa laga itu “pekerjaan mudah”, berpeluang menjadi lawan Bentley berikutnya. Terlebih lagi, kedua petinju berada di bawah naungan promotor yang sama, Zuffa Boxing.



