BerandaKORPORATBUMDPT Food Station Hadiri Rakornas Bapok Kemendag di Bandung

PT Food Station Hadiri Rakornas Bapok Kemendag di Bandung

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi tampak sedang menyapa Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela acara Rakornas Bapok di Bandung, 23 Maret 2018. (Dok Humas PT Food Station)

Jakarta Review, Jakarta – PT Food Station Tjipinang Jaya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) “Stabilisasi Harga dan Stok/Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H” pada 23 Maret 2018 di Bandung, Jawa Barat.

Rakornas yang digelar Kementerian Perdagangan ini mengundang sejumlah instasi maupun stakeholder bidang pangan maupun perberasan, antara lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Indag) Provinsi, turut pula mengundang para Bupati/Walikota dan Kadis Indag Kabupaten/Kota, hingga BUMN maupun BUMD.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa menjelang puasa dan Lebaran 2018 Kementerian Perdagangan mengantisipasi potensi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok (bapok) yang dapat berpengaruh terhadap harga.

“Kemendag mengantisipasi sejak dini potensi kenaikan permintaan bapok menjelang puasa dan Lebaran 2018 melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah dan pelaku usaha. Dengan demikian, diharapkan stok bapok cukup dan harga stabil sehingga dapat menjaga tingkat inflasi sesuai target sebesar 3,5%,” ujar Enggar.

Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN ini. Pertama, melalui Penatalaksanaan, yaitu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN & pelaku usaha; serta penugasan BULOG.

Sementara itu, guna mengamankan pasokan jelang Ramadan dan Lebaran 2018 PT Food Station Tjipinang Jaya mulai mempersiapkan stok kebutuhan pangan. Hal tersebut sebagai antisipasi kebiasaan harga yang naik menjelang hari raya tersebut.

“Kita sudah siapkan semua produk basis. Beras sudah, minyak, telur, tepung, gula, bawang putih sudah kita siapkan,” kata Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo Adi.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pangan ini mencatat bahwa stok beras dimilikinya aman. Stok beras di Pasar Induk Cipinang saat ini 37 ribu ton di atas standar pasokan yang sebesar 20 ribu ton.

“Beras di Induk di atas 20 ribu ton dan posisi hari ini diatas 37 ribu ton, jadi itu sangat aman. 37 ribu itu stok level, itu dijaga di atas 20 ribu. Kalau keluar 3.000 masuk 3.000,” kata dia.

Untuk minyak goreng, Food Station telah menyiapkan 7.000 pack. Diharapkan dengan persiapan yang lebih awal ini, harga tidak bergejolak menjelang Ramadan dan Lebaran 2018.

“Bawang putih juga sama. HET-nya Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu. Kita jual Rp 25 ribu. Kita sudah ada stoknya. Kita siapin korma juga,” kata Arief.

Selain itu, dia mengaku telah mendatangi langsung para peternak telur dari Blitar sehingga dipastikan pasokan telur bakal cukup. (win)

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Jakarta Review

JANGAN LEWATKAN