BerandaREHATKULINARIGeliat Ekonomi Kreatif di Jaksel lewat Pelatihan Aneka Kue dan Bantuan Alat...

Geliat Ekonomi Kreatif di Jaksel lewat Pelatihan Aneka Kue dan Bantuan Alat Kerja Gratis

Sudin Nakertransgi Jaksel gelar pelatihan aneka kue di RPTRA Kemuning. Peserta dibekali teknik pembuatan kue hingga bantuan alat kerja gratis.

JAKARTA, jakrev.com – Upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif di tingkat akar rumput terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Selatan, puluhan warga kini dibekali keterampilan khusus dalam pembuatan aneka kue sebagai modal menjadi wirausaha mandiri.

Pelatihan Kerja Mandiri ini dipusatkan di RPTRA Kemuning, Kecamatan Pasar Minggu. Selama lima hari, terhitung sejak 10 hingga 16 April 2026, sebanyak 50 peserta yang berasal dari lima kecamatan di Jakarta Selatan tampak antusias mendalami seni kuliner, mulai dari teknik pengolahan hingga strategi produksi yang presisi.

Salah satu peserta asal Kelurahan Cikoko, Fajar Rafitansyah mengaku mendapatkan perspektif baru dalam dunia baking. Baginya, pelatihan ini bukan sekadar belajar memasak, melainkan investasi ilmu untuk memperluas lini bisnisnya yang sudah berjalan.

“Banyak teknik yang sebelumnya saya tidak tahu, sekarang jadi paham lewat praktik langsung selama lima hari ini. Sangat menyenangkan karena instruktur memberikan materi dengan detail, mulai dari takaran yang pas hingga cara membuat produk populer seperti bolen singkong dan kue tok,” ujar Fajar seperti dilansir laman resm iPemprov DKI, Rabu (15/4/2026).

Menariknya, Fajar yang sebelumnya sudah memiliki usaha nasi bebek ini berencana melakukan diversifikasi produk. Dia ingin mengombinasikan menu utamanya dengan camilan kue hasil dari pelatihan tersebut demi menjangkau pasar yang lebih luas. Selain ilmu, ia menilai kegiatan ini menjadi ajang networking yang efektif bagi sesama pelaku UMKM kuliner.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) Sudin Nakertransgi Jakarta Selatan, Erning Kumaladewi menegaskan bahwa output dari program ini adalah lahirnya lapangan kerja baru di lingkungan tempat tinggal peserta.

“Target kami jelas, yakni mendorong peserta menjadi wirausaha mandiri. Kami berharap mereka tidak hanya sekadar bisa membuat kue, tapi mampu membuka usaha sendiri yang nantinya bisa menyerap tenaga kerja di sekitarnya,” jelas Erning.

Sebagai bentuk dukungan konkret dan komitmen pemerintah agar ilmu yang didapat langsung dipraktikkan, para peserta tidak pulang dengan tangan hampa. Di akhir sesi pelatihan, pemerintah akan memberikan bantuan perangkat alat kerja secara cuma-cuma.

“Bantuan alat kerja gratis ini diharapkan menjadi stimulus awal agar warga tidak lagi terkendala masalah fasilitas saat ingin memulai produksi di rumah. Kami ingin dukungan ini dimanfaatkan seoptimal mungkin,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi antara pelatihan intensif dan bantuan sarana produksi, program ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Jakarta Selatan, sekaligus menekan angka pengangguran melalui jalur kewirausahaan kreatif.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Jakarta Review

JANGAN LEWATKAN