
Jakarta Review, Jakarta – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Arlyana Abubakar, menyampaikan optimisme terkait pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2024. Menurutnya, perekonomian Jakarta diprakirakan akan tumbuh dalam kisaran 4,80% – 5,60% (year on year/yoy), meningkat dari 4,96% pada tahun sebelumnya.
“Prospek ini juga didukung oleh penyaluran kredit yang tumbuh tinggi sebesar 13-15%. Dari sisi permintaan, Konsumsi RT (rumah tangga) dan Investasi diprakirakan akan tetap menjadi penggerak perekonomian Jakarta pada tahun 2024,” ungkap Arlyana dalam sesi bincang-bincang dengan media di Jakarta.
Arlyana menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga didukung oleh keyakinan konsumen yang kuat, kegiatan MICE dan Event yang marak, serta penyelenggaraan Pemilu (Pilpres, Pileg, dan Pilkada). Sementara itu, investasi didukung oleh kelanjutan proyek-proyek strategis, terutama yang bersifat multitahun.
Dari segi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi yang meningkat didorong oleh sektor perdagangan, jasa keuangan, infokom, dan industri pengolahan yang semakin berkembang.
Namun demikian, Arlyana juga menyoroti beberapa risiko yang perlu diwaspadai sepanjang tahun 2024, seperti perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik yang meluas, dan tingginya suku bunga The Fed.
Secara khusus, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2024 diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal ini didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga seiring dengan Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadan dan Idul Fitri, serta peningkatan konsumsi pemerintah terkait tunjangan hari raya dan belanja pegawai.
Pembangunan ekonomi Jakarta juga akan dipercepat melalui pengembangan Kawasan Aglomerasi seiring dengan disahkannya Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.


