EKONOMI

Indofood Bukukan Kenaikan Laba 12% Jadi Rp 2,84 Triliun

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 2 persen menjadi Rp 39,38 triliun dibandingkan Rp 38,61 triliun tahun lalu.(dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 2 persen menjadi Rp 39,38 triliun dibandingkan Rp 38,61 triliun tahun lalu. Laba usaha naik 17 persen menjadi Rp 5,63 triliun dari Rp 4,79 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 14,3 persen dari 12,4 persen.

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 12 persen menjadi Rp 2,84 triliun dari Rp 2,55 triliun, dan marjin laba bersih naik menjadi 7,2 persen dari 6,6 persen. Lalu, core profit meningkat 18 persen menjadi Rp 2,87 triliun dari Rp 2,42 triliun.

“Meskipun kondisi global saat ini penuh dengan tantangan, Indofood dapat terus melanjutkan kinerja yang positif di sepanjang semester I 2020. Kondisi pasar yang menantang ini diperkirakan masih akan berlanjut ke semester II 2020, sehingga kami akan terus memelihara kelangsungan pasokan dan kualitas produk bagi para konsumen, serta meningkatkan daya saing kami dan menjaga kesehatan para karyawan,” kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim dalam siaran pers, Senin (3/8/2020).

Sementara, pada periode yang sama, anak usaha yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 4 persen menjadi Rp 23,05 triliun dari Rp 22,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sekitar 31 persen menjadi Rp 3,38 triliun dari Rp 2,57 triliun pada periode yang sama di tahun lalu dan marjin laba bersih naik menjadi 14,7 persen dari 11,6 persen. Core profit pun meningkat 21 persen menjadi Rp 3,16 triliun dari Rp 2,62 triliun.

Di sisi lain, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ICBP menyetujui rencana akuisisi seluruh saham Pinehill Company Limited. Perusahaan yang memproduksi mi instan dengan merek dagang Indomie ini berencana melaksanakan dua kali transaksi pembelian saham.

Pertama, pembelian saham Pinehill Corpora, yaitu sebanyak 70.828.180 saham yang merupakan 51 persen dari total saham yang telah diterbitkan Pinehill Company dengan harga sebesar US$ 1,52 miliar. Selanjutnya, pembelian seluruh saham Pinehill Company Limited yang dimiliki oleh Steele Lake, yaitu sebanyak 68.050.408 saham atau 49 persendari total saham yang telah diterbitkan oleh Pinehill Company. Nilai transaksi ini mencapai US$ 1,46 miliar.

Pinehill Corpora masih terafiliasi dengan ICBP karena merupakan konsorsium di mana Anthoni Salim memiliki penyertaan secara tidak langsung sekitar sebesar 49 persen saham Pinehill Corpora.

Rencananya, anak usaha Indofood ini akan membiayai akuisisi saham Pinehill dari dana hasil operasi usaha perseroan sebesar US$ 300 juta, sisanya dari dana pinjaman bank. Dengan demikian, perseroan membutuhkan pinjaman dari perbankan sebesar US$ 2,69 miliar atau setara Rp 37 triliun. (win)

Tags
Close