LIVERPOOL, jakrev.com – Kursi kepelatihan Arne Slot di Anfield kini berada di ujung tanduk. Usai disingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) dari pentas Liga Champions, manajer asal Belanda itu membawa kabar kurang sedap bagi para Liverpudlian terkait manuver klub di bursa transfer musim panas mendatang.
Secara terang-terangan, Slot mengakui bahwa Liverpool harus melakukan eksodus atau menjual pemain terlebih dahulu sebelum bisa mendatangkan amunisi baru untuk memperbaiki performa skuat.
Krisis Pemain Bintang secara Cuma-Cuma
Sistem dan model bisnis klub menjadi alasan utama mengapa The Reds tidak bisa leluasa menggelontorkan dana segar. Situasi finansial ini semakin pelik dengan kepergian sejumlah pilar penting secara gratis tanpa memberikan pemasukan sepeser pun bagi klub.
“Kami kehilangan Mo (Mohamed Salah) dan Andy Robertson dengan status bebas transfer, sama seperti saat kami kehilangan Trent (Alexander-Arnold). Model di klub ini berarti kami biasanya harus menjual pemain terlebih dahulu untuk bisa membeli,” ungkap Slot, seperti dikutip dari Sky Sports.
Menurutnya, bursa transfer mendatang akan menjadi tantangan yang sangat masif. Meski demikian, pelatih yang sukses mempersembahkan gelar Liga Inggris pada musim sebelumnya ini mencoba tetap optimistis bahwa sistem dan strategi rekrutmen tersebut masih bisa membuahkan kesuksesan jika dieksekusi dengan tepat.
Masa Depan Konate dan Bayang-Bayang Pemecatan
Masalah Liverpool di bursa transfer ternyata tak berhenti pada kepergian Salah dan Robertson. Bek tangguh asal Prancis, Ibrahima Konate hingga kini belum menyepakati perpanjangan kontrak.
Kondisi ini membuat manajemen berada di bawah tekanan besar untuk segera menjualnya di musim panas agar sang pemain tidak hengkang secara cuma-cuma tahun depan.
Di tengah karut-marut persoalan transfer, tekanan terhadap Arne Slot secara pribadi terus meningkat drastis. Penurunan drastis performa The Reds musim ini mengundang kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk legenda klub, Jamie Carragher.
Menurut Carragher, kegagalan Liverpool mengamankan tiket Liga Champions musim depan bisa menjadi titik akhir kebersamaan Slot di Anfield. Terlebih lagi, manajemen telah menghabiskan dana fantastis sebesar GBP450 juta dan kini menanggung beban tagihan gaji tertinggi di pentas Liga Premier.
“Jika Anda tidak lolos ke Liga Champions setelah menjadi juara di musim sebelumnya, serta menghabiskan dana sebesar itu, saya pikir Anda tidak punya alasan lagi untuk bertahan. Akan ada pertanyaan serius yang harus dijawab,” tegas Carragher.
Saat ini, Liverpool masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Liga Premier Inggris, hanya berjarak empat poin dari Chelsea. Laga Derby Merseyside kontra Everton pada akhir pekan ini diyakini bakal menjadi pertaruhan krusial yang menentukan nasib dan harga diri Arne Slot di sisa musim ini.


