Willy Hutchinson Sukses Balas Dendam dan Rebut Gelar Dunia usai Taklukkan Joshua Buatsi
Willy Hutchinson sukses membalas dendam atas Joshua Buatsi dan merebut sabuk kelas berat ringan usai menang angka mutlak di Manchester.

MANCHESTER, jakrev.com — Willy Hutchinson berhasil menuntaskan misi balas dendamnya terhadap Joshua Buatsi dalam duel sengit yang berlangsung di Manchester Arena, Inggris, Sabtu (7/11/2026) malam waktu setempat.
Bertarung jauh lebih cerdik ketimbang pada pertemuan pertama mereka, petinju asal Skotlandia itu menang angka mutlak (unanimous decision) sekaligus merebut sabuk juara kelas berat ringan yang tengah kosong.
Tiga juri yang bertugas memberikan nilai 117-112 serta 115-113 (dua juri) untuk keunggulan Hutchinson (21-2, 14KO). Kemenengan ini pun mengantar Hutchinson meraih gelar dunia kelas ringat versi WBC.
Di samping itu, hasil ini juga membayar tuntas kekalahan tipis (split decision) yang pernah dia derita dari Buatsi (20-2, 13KO) saat beradu jotos di Stadion Wembley, London pada September 2024.
Perubahan Taktik Cerdas dari Pertemuan Pertama
Jika bentrokan pertama di Wembley berlangsung panas layaknya adu fisik tanpa kompromi, duel di Manchester kali ini berjalan jauh lebih taktis. Hutchinson (21-2, 14 KO) tampil sangat dingin dari gaya southpaw-nya.
Dia terus bergerak lincah, menjaga posisi kepala, serta melontarkan pukulan balasan presisi saat Buatsi mencoba merangsek maju.
Buatsi (20-2, 13 KO), petinju kelahiran Ghana yang menetap di London, berulang kali melayangkan pukulan keras yang justru hanya menerpa angin atau tertahan di sarung tinju lawan.
Sejak ronde pembuka, Hutchinson langsung memberikan kejutan. Sebuah pukulan left hook telak di ronde pertama bahkan membuat pelindung gigi Buatsi mencelat keluar dari mulutnya.
Memasuki ronde-ronde pertengahan, Buatsi mulai tampak frustrasi dan kehabisan tenaga. Dia beberapa kali tertangkap memanfaatkan siku dan lengan bawah untuk menekan Hutchinson.
Di satu momen, dia juga sempat sengaja menjatuhkan pelindung giginya agar mendapatkan tambahan waktu istirahat dari wasit Victor Loughlin.
Meski kedua petinju sering memprotes aksi lawan di atas ring, wasit Loughlin tidak mengeluarkan pengurangan poin hingga ronde ke-12 usai.
Drama Ronde Akhir dan Hasil Partai Tambahan
Buatsi sempat mendapatkan angin segar pada paruh akhir laga. Di ronde ke-11, petinju London itu meningkatkan intensitas serangan secara drastis dengan melayangkan 24 pukulan bertenaga yang masuk telak ke tubuh dan wajah Hutchinson.
Hutchinson memang terlihat mulai kehilangan stamina, tetapi dia tetap mampu bertahan dan melancarkan serangan balasan yang efektif sembari bergerak mundur.
Mantan juara dunia dua divisi asal Skotlandia yang bertugas sebagai komentator siaran DAZN, Carl Frampton, sebenarnya memberikan penilaian imbang di akhir laga. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan juri resmi.
Penguasaan arena, akurasi pukulan, serta konsistensi kerja per ronde yang ditunjukkan Hutchinson akhirnya meyakinkan para juri untuk memilihnya sebagai pemenang.
Selain duel utama tersebut, gelaran di Manchester ini juga menyajikan dua pertarungan menarik di partai tambahan:
Jack Rafferty vs Hovhannes Martirosyan
Petinju asal Inggris, Jack Rafferty, memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 28-0-1 (18 KO) setelah menang angka mutlak atas wakil Belgia, Hovhannes Martirosyan (20-2, 12 KO). Rafferty memastikan kemenangan untuk merengkuh sabuk juara kelas welter yang kosong usai menjatuhkan Martirosyan di detik-detik akhir ronde ke-12. Tiga juri memberikan skor 114-113 dan 116-112 (dua juri) untuk Rafferty.Zak Miller vs Gully Powar
Kejutan terjadi saat petinju tuan rumah Manchester, Zak Miller (17-2, 3 KO), harus menerima kekalahan keputusan teknis dari Gully Powar (Inggris). Pembengkakan parah di area mata kiri Miller akibat benturan kepala membuat dokter pertarungan merekomendasikan laga dihentikan pada ronde ke-10. Powar dinyatakan menang setelah unggul tipis dalam perolehan angka juri (96-95, 97-95, 96-94).



