BUMD

Perumda Pasar Jaya Hadirkan JakGrosir di Pulau Tidung Kecil

Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin menjelaskan tentang ketersedian sejumlah bahan pokok yang dijual di Jakgrosir Pulau Tidung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Minggu, 22 September 2109. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Setelah melalui proses yang panjang sejak tahun 2017 lalu,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya akhirnya meresmikan beroperasinya Jakgrosir yang berada di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu, 22 September 2019.

Hadir dalam acara peresmian tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sekaligus meresmikan Gerai Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil. Kemudian sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta seperti Asisten Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati, Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad, Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Darjamuni, Plt Kepala BP BUMD DKI Jakarta Riyadi, Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya dan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi.

Keberadaan Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil ini adalah Jakgrosir yang kedua setelah sebelumnya Perumda Pasar Jaya sudah mengoperasikan Jakgrosir pertama di Areal Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan keberadaan Jakgrosir ini adalah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok di Kepulauan Seribu. Seperti diketahui harga di Pulau Tidung saat ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan harga yang ada di daratan Jakarta.

“Hadirnya Jakgrosir ini merupakan bagian dari kehadiran pemerintah untuk hadir dengan menyediakan produk pangan murah sehingga diharapkan inflasi di Pulau Seribu tetap bisa terjaga seperti di daratan Jakarta,” ujarnya.

Dengan adanya stok barang di Jakgrosir ini maka pedagang tidak perlu kuatir jika barang habis terutama saat cuaca tidak mendukung untuk pengiriman. Karena stok pangannya akan disiapkan lebih dari cukup di Jakgrosir Pulau Tidung Kecil ini. Karena itulah keberadaan Jakgrosir ini sebagai Pusat Perkulakan Pasar Jaya di Kepulauan Seribu untuk mendukung ketersediaan pangan ke pulau – pulau terdekatnya.

“Melalui JakGrosir, pedagang bisa mendapatkan barang dengan harga yang murah dan bersaing, inilah yang kita kendalikan bagaimana harga di end user itu bisa dikontrol, sehingga masyarakat di pulau bisa terjaga daya belinya,” tutur Arief.

Arief menuturkan pembangunan Jakgrosir di Pulau Seribu memang menjadi salah satu program prioritas Pemprov DKI Jakarta. Pembangunan JakGrosir di Kepulauan Seribu dengan luas 492 ini berasal dari dana penyertaan modal pemerintah (PMP) Pasar Jaya pada APBD Perubahan 2018.

Menurut Arief kehadiran pusat perkulakan tersebut juga, merupakan salah satu bentuk perwujudan dari strategi utama pengendalian inflasi Ibu Kota yang diterapkan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta.

Lebih rendahnya harga suplai barang yang diterima oleh pedagang diharapkan diikuti dengan harga yang lebih murah dan stabil ditingkat konsumen. Hal ini akan mendukung terkendalinya inflasi di Ibu Kota. Terlebih dengan bergabungnya para buruh/pekerja yang kini bisa berbelanja kebutuhan pangan murah di Jakgrosir. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah DKI Jakarta untuk menekan biaya hidup masyarakat dengan adanya produk pangan murah. Sehingga diharapkan daya beli mereka tetap terjaga.

Selain itu manfaat lain dengan adanya pembukaan Jakgrosir dan gerai turunannya adalah menambah lapangan kerja. Seperti Jakgrosir yang ada di Pulau Tidung di mana pegawainya diutamakan adalah warga pulau tersebut. Begitu juga dengan Jakgrosir lainnya yang ada di wilayah DKI Jakarta.

“Untuk Jakgrosir ini sendiri sudah di Soft launching pada tanggal 17 Agustus dan antusias masyarakat untuk berbelanja cukup tinggi, Banyak pedagang yang sudah datang berbelanja karena harga yang ditawarkan lebih kompetitif daripada mereka berbelanja sendiri ke daratan Jakarta,” katanya. Rencananya Jakgrosir akan hadir di masing wilayah kota yang ada di Jakarta.

Hadir di Kantor Kecamatan di Kelurahan

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan dengan beroperasinya Jakgrosir Pulau Tidung Kecil ini maka nantinya kebutuhan pangan murah untuk Pulau Seribu akan disalurkan dari sana.

Untuk target penjualan sendiri adalah mereka para pedagang yang ada di Pulau Seribu. Selain itu para pemilik Kartu KJP, PHL dan PPSU juga akan dilayani pangan murahnya melalui Jakgrosir Pulau Tidung Kecil. Dari data yang diterima saat ini penerima kartu KJP yang tercatat kurang lebih ada 1.123 orang, PJLP sebanyak 182 orang dan KLJ sebanyak 47 penerima.

Diharapkan dengan harga yang terjangkau dan adanya kepastian harga dan ketersediaan bahan pangan tersebut, masyarakat jakarta lebih sejahtera. Adapun Jakgrosir Pulau Tidung ini akan buka setiap hari pada pukul 07.30-17.00 WIB.

Selain itu perlu diketahui bahwa gerai pangan sudah hadir di 3 Kantor Walikota yaitu di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Walikota Jakarta Pusat, dan Walikota Jakarta Timur. Setelah ini menyusul pembukaan gerai pangan ini di Kantor Walikota Jakarta Utara dan Walikota Jakarta Barat.

Selain itu juga ingin melaporkan bahwa gerai pangan juga telah dibuka di Kantor Kecamatan yaitu di Kecamatan Setiabudi. Untuk tingkat kelurahan juga sudah dibuka gerai di Kantor Kelurahan Pondok Pinang. Pasar Jaya sendiri menargetkan gerai pangan ini akan hadir disemua kantor Kecamatan dan kantor Kelurahan se DKI Jakarta. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close