MEGAPOLITAN

Meriahkan Setu Babakan, Lembaga Kebudayaan Betawi Gelar Konser Lagu-Lagu Ismail Marzuki

Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beky Mardani memberikan sambutan di awal pertunjukan musik yang bertemakan “Indonesia Pusaka: Senandung Abadi Ismail Marzuki” di Zona A, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (10/11) malam. Sebanyak 11 lagu karya Ismail Marzuki dibawakan dalam pagelaran ini. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam rangka mengenang dan mengingat peran Ismail Marzuki, Pahlawan Nasional sekaligus seniman Betawi, Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) menggelar pertunjukan musik. Acara ini merupakan bagian dari peringatan  Hari Pahlawan 10 November 2019. Gelaranya berlangsung di Zona A, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu 10 November 2019, pukul 19.00 – 21.00 WIB.

Acara dengan tema Indonesia Pusaka: Senandung Abadi Ismail Marzuki menghadirkan Ruang Batavia Band. Sedangkan penata  musik dipercayakan kepada Anwar Fauzi, pemenang Panasonic Award 2017. Anwar Fauzi pada 29 Maret 2019 di Pasar Seni Ancol, pernah menjadi arranger dalam Konser Musik Tribute to Chrisye.

Beky Mardani, Ketua Umum LKB mengatakan Ismail Marzuki dengan lagu-lagunya memberi semangat para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Makanya dalam rangka menyambut hari Pahlawan tahun ini LKB menggelar pertunjukan lagu-lagu Ismail marzuki.

“Tujuan memperkenalkan kembali Ismail Marzuki atau biasa disapa Bang Maing sebagai pahlawan dari Betawi dan menjadikan lagu lagu Ismail Marzuki sebagai media mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, ” ungkap Beky.

Sekedar mengingatkan Ismail bin Marzuki adalah komponis besar Indonesia yang lahir, besar, dan wafat di Betawi. Ia lahir di Kwitang (Daerah Senen), 11 Mei 1914. Kerap disapa Bang Maing, karya musiknya abadi sampai hari ini.

Penghargaan atas karyanya terus mengalir. Pada 2014 Ismail Marzuki dinobatkan sebagai komponis terbaik Indonesia oleh majalah musik Rolling Stone. Kesederhanaan lirik menjadi  ciri lagu-lagu Ismail Marzuki sehingga karya tidak lekang oleh panas dan lapuk oleh hujan. Lagu-lagunya tetap aktual dan enak dinikmati dalam berbagai jenis musik, mulai dari jazz, blues bahkan funk.

Lagu-lagu Ismail Marzuki menjadi sumber energi bagi para pejuang kemerdekaan, lagu Indonesia Pusaka, Sepasang Mata Bola  Rayuan Pulau Kelapa dan Kopral Jono menjadi begitu historik dan heroik pada saat itu. Karena itu pula Pemerintah menganugerahi Bang Maing gelar Pahlawan Nasional. Dalam  konteks itulah LKB menggelar konser bertajuk Indonesia Pusaka: Senandung Abadi Ismail Marzuki sebagak  bentuk penghormatan tak berujung.

Selain menciptakan lagu, Bang Maing piawai memainkan alat musik mandolin sampai akordeon. Lantaran pandai bernyanyi, ia dijuluki Bing Crosby Kwitang. Bing Crosby, penyanyi tenar dunia berkarakter bariton. (win)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button