
Jakarta Review – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menyatakan masih banyak Imam Masjid dan Imam Mushola di Jakarta yang belum fasih dalam melafadzkan Surat Al Qur’an.
Ketua MUI DKI Jakarta, Syarifuddin Abdul Ghani para imam masih harus meningkatkan kompetensinya sebagai pemimpin dalam salat.
Hal itu disampaikan Syarifuddin pada rapat paripurna dengan tema ‘membangun sinergitas ulama dan umaro guna mewujudkan program khidmat umat dalam rangka pembangunan wilayah di provinsi DKI Jakarta’
“Saya beberapa kali meyelenggrakan pertemuan dengan Imam Masjid dan Mushola. Lalu kita coba kemampuan baca surat Al Fatihah. Terus terang banyak yang perlu perbaikan,” ujarnya, Selasa (24/10/2017) seperti dikutip poskotanews.com.
Syarifuddin menilai dibutuhkan pembinaan Imam Masjid dan Mushola baik dari MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI) atau Jakarta Islamic Center (JIC).
Selain peningkatan ketartilan dalam membaca ayat-ayat suci Al Qur`an, Syarifuddin juga memandang pembinaan dibutuhkan untuk khatib. Khatib, disebut Syarifuddin perlu dibina agar isi khutbahnya tidak menyinggung jamaahnya.
“Tugas siapakah, apakah MUI atau DMI, atau JIC. Khotib masjid juga perlu pembinaan. Jangan sampai isinya tidak berkenan pada jamaah,” tandas Syarifuddin. (win/poskota)


