BerandaMEGAPOLITANJelang Ramadhan, BI Jakarta Pantau Harga Komoditas di Sejumlah Pasar  

Jelang Ramadhan, BI Jakarta Pantau Harga Komoditas di Sejumlah Pasar  

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Onny Widjanarko sedang berbincang-bincang dengan seorang pedagang tempe di Pasar Senen Blok III. (Dok:Windarto)

Jakarta Review, Jakarta – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Onny Widjanarko memprediksikan inflasi Jakarta akan bisa mencapai 2% pada saat Ramadan. Hal ini diiringi dengan adanya tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang dan saat Ramadan.

“Sebetulnya, kami belum mempunyai data tersebut. Tapi kami perkirakan saat Ramadan nanti bisa mencapai 2%,” kata Onny Widjanarko seusai melakukan pemantauan harga pangan di Pasar Sumur Batu dan Pasar Senen, Jakarta, Rabu (23/3/2022).

Menurut Onny, pada bulan puasa biasanya sejumlah harga komoditas pangan cenderung naik, tetapi sifatnya hanya musiman saja. Karena setelah bulan puasa dan Lebaran, harga-harga komoditas pangan kembali normal.

“Sebetulnya saat bulan puasa itu, seasonal (musiman) sifatnya. Jadi hanya sementara,” ujar Onny Widjanarko.

Namun kondisi seperti ini, kata Onny, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemerintah daerah dengan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) harus mampu melakukan pengendalian harga, agar tidak meroket tinggi.

“Tapi tetap harga-harga mesti dikendalikan dan dipantau,” tegas Onny Widjanarko.

Onny mengungkapkan sejumlah komoditas pangan yang harus terus dipantau selama Ramadan adalah daging sapi, daging ayam, bawang merah, cabai rawit, beras dan minyak goreng.

Maka dari itu, Onny langsung mulai melakukan peninjauan ke pasar-pasar tradisional, yaitu Pasar Sumur Batu dan Pasar Senen untuk melihat harga komoditas pangan menjelang bulan puasa.

“Tadi kita pantau harga terlihat masih cukup stabil, tapi beberapa komoditas mulai menunjukkan kenaikan harga. Seperti minyak goreng yang naik. Harga daging sapi juga naik sedikit,” terang Onny Widjanarko.

Selain untuk mengetahui harga, tinjauan yang dilakukannya juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan menjelang bulan puasa dan Lebaran. Karena bila stok pangan cukup, maka kenaikan harga tidak terjadi terlalu signifikan

Karena itu, ia juga meminta semua pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah hingga TPID untuk memastikan ketersediaan stok pangan terutama komoditas yang harganya tergantung dengan harga global, seperti minyak goreng, gandum dan kedelai.

“Jika pasokan cukup itu berarti ketersedian untuk masyarakat tercukup, sehingga harganya relatif stabil, jadi supply harus dijaga agar transmisinya ke harga tidak terlalu signifikan,” jelas Onny Widjanarko.

Lebih lanjut Onny mengungkapkan hingga saat ini laju inflasi DKI Jakarta cukup terkendali. Bahkan pada bulan Februari 2022 terjadi deflasi sebesar 0,05%. Dilihat sepanjang Januari-Februari 2022 (year to date), Provinsi DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,41%, sedangkan dibandingkan tahun lalu periode yang sama mengalami inflasi sebesar 1,62%.

Sehingga secara tahunan, Onny memperkirakan laju inflasi di DKI Jakarta akan berada di posisi 3 plus 1% sama dengan target yang dicanangkan secara nasional.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Jakarta Review

JANGAN LEWATKAN