DIDAKTIKA

Esa Unggul Gandeng InsCinema Gelar Kerja Sama Pelatihan Media Kreatif

Dekan Fikom Universitas Esa Unggul, Erman Anom, Ph.D (kiri) serta Direktur LPK InsCinema, Ballian Siregar, M.Si (kanan), menunjukkan Mou Pelatihan Media Kreatif Bersertifikat. (Dok: istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Guna menjawab tantangan agar setiap lulusan perguruan tinggi bisa memasuki pasar kerja, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Esa Unggul menjalin kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Media Kreatif Bersertifikat LPK & LSP InsCinema.

Dekan Fikom Esa Unggul Erman Anom, Ph.Dmenjelaskan, MoU Fikom Esa Unggul dengan LPK dan LSP InCinema sebagai Lembaga pelatihan bersertifikat merupakan implementasi atau pelaksanaan UU Nomor 12 tahun 2012. “UU tersebut (No.12 tahun 2012) secara tegas mengarahkan supaya setiap lulusan perguruan tinggi bisa memasuki pasar kerja,” jelas Anom usai penandatanganan Mou di Kampus Esa Unggul, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (12/9/2020).

Ditambahkan Erman Anom, dalam waktu dekat mahasiswa Universitas Esa Unggul, khususnya dari Fikom, akan mengikuti workshop langsung dari praktisi-praktisi bersertifikat, kemudian mengikuti uji kompetensi, juga dari praktisi bersertifikat. “Kami percayakan kepada InsCinema sebagai Lembaga Pelatihan Kerja dan Lembaga Sertifikasi Profesi resmi dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP),” jelas ahli komunikasi massa itu.

Kepala Peminatan Jurnalistik Fikom Universitas Esa Unggul, Drs. A. Rahman, MS, menambahkan, uji kompetensi merupakan syarat untuk mendapatkan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). SKPI merupakan rekam jejak mahasiswa selama mengikuti perkuliahan dan menjadi dokumen pendukung semua prestasi dan sertifikasi.

“Ijazah sebagai bukti selesai kuliah, transkrip nilai adalah daftar nilai pencapaian selama perkuliahan, sedangkan SKPI menerangkan kemampuan yang dibutuhkan sebagai prasayarat dalam persaingan dunia kerja. Landasan hukumnya Permendikbud Nomor 81 tahun 2014 tentang Ijazah, sertifikat kompetensi dan sertifikat profesi pendidikan tinggi,” kata Rahman.

Metode Belajar

Sementara itu, Direktur LPK InsCinema, Ballian Siregar, menjelaskan, InsCinema merupakan LPK dan LSP P1 yang berada dalam satu lembaga saling terkait untuk menciptakan SDM kompeten pada bidang media kreatif. Metode belajar menggunakan daring (e-Learning), workshop tatap muka serta perpaduan antara daring dan tatap muka (blended learning).

Kemenpora Bersama Universitas Esa Unggul Tumbuhkan Wirausaha Baru

“Kami ingin mengambil peran penting dalam upaya mengantarkan SDM bangsa ini menuju gerbang profesional yang mampu bersaing dalam kancah global untuk menyongsong era industri 5.0,” kata mahasiswa program doktoral Komunikasi Pembangunan IPB University itu.

Saat ini, lanjut Siregar, InsCinema baru menawarkan tujuh skema Sertifikasi kompetensi berlogo “Burung Garuda”, yakni Asisten Produser, Produser, Operator Kamera, Video Editing, Sutradara Televisi, Fotografer Muda serta Fotografer Madya.

Dalam waktu dekat akan ada penambahan tujuh skema sertifikasi baru, yakni kehumasan, junior public relations, design grafis, motion graphic artist, 3D low poly model artist, asisten sutradara televisi, serta penulisan naskah TV program siaran TV.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags
Close