LIVERPOOL, jakrev.com – Malam kelam menyelimuti Anfield saat Liverpool tidak hanya harus angkat koper dari pentas Liga Champions, tetapi juga kehilangan penyerang andalannya, Hugo Ekitike.
Pemain berpaspor Prancis tersebut terpaksa ditarik keluar menggunakan tandu akibat cedera serius dalam laga leg kedua perempat final melawan Paris Saint-Germain (PSG), Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Insiden nahas itu terjadi pada pertengahan babak pertama saat Ekitike terpeleset dan terkapar kesakitan di atas lapangan. Situasi ini memaksa sang pelatih, Arne Slot melakukan pergantian lebih awal dengan memasukkan Mohamed Salah pada menit ke-31.
Cedera tersebut menjadi pukulan telak bagi The Reds yang sejak awal laga tengah berjuang keras membalikkan keadaan.
Kondisi Mengkhawatirkan Ekitike
Manajer Liverpool, Arne Slot memberikan pembaruan yang kurang menggembirakan terkait kondisi pemainnya tersebut usai laga.
Slot mengakui bahwa cedera yang dialami Ekitike terlihat cukup horor dan menambah panjang daftar krisis pemain yang menghantam skuadnya musim ini.
“Situasinya tidak terlalu baik. Saya pikir kita semua bisa melihat bahwa cederanya terlihat parah. Kita harus menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tingkat keparahannya,” ungkap Slot dikutip dari laman resmi Liverpool.
Juru taktik asal Belanda itu menambahkan bahwa Ekitike langsung pulang pada babak kedua, sehingga dia belum sempat menemuinya secara langsung setelah peluit panjang berbunyi.
“Kehilangan pertandingan dengan cara seperti ini sangat berat, tetapi kehilangan seorang pemain lagi adalah sesuatu yang sudah terlalu sering kami alami musim ini. Ini sangat menyakitkan baginya karena tidak ada yang ingin cedera pada momen krusial seperti ini,” jelasnya.
Mimpi Buruk di Tangan PSG
Penderitaan akibat cederanya Ekitike sejalan dengan nasib tragis The Reds di atas lapangan. Liverpool harus kembali mengakui keunggulan tamunya dengan skor 0-2, sehingga langkah mereka di kompetisi elite Eropa terhenti dengan agregat telak 0-4.
Tampil menekan sejak awal untuk memangkas selisih gol, peluang tuan rumah terus menerus kandas di barisan pertahanan rapat Les Parisiens.
Harapan sempat muncul di babak kedua ketika Alexis Mac Allister dijatuhkan di kotak terlarang, namun wasit membatalkan penalti tersebut setelah melakukan tinjauan VAR.
Alih-alih mencetak gol balasan demi menjaga asa, gawang Giorgi Mamardashvili justru bobol dua kali di paruh kedua. Ousmane Dembele tampil sebagai sosok antagonis yang menjadi mimpi buruk Anfield lewat sepasang golnya.
Gol pertama dicetak lewat sepakan melengkung setelah menerima umpan Khvicha Kvaratskhelia, dan digandakan pada masa injury time usai memaksimalkan sodoran matang Bradley Barcola. Les Parisiens pun berhak melenggang mulus ke babak semifinal.


