JAKARTA, jakrev.com – Kemenangan dramatis Arsenal atas Chelsea di semifinal Carabao Cup musim ini bukan sekadar tiket menuju partai puncak di Wembley.
Bagi legenda sepakbola Inggris, Jamie Redknapp, keberhasilan ini adalah sinyal kuat bahwa skuat asuhan Mikel Arteta siap mengakhiri paceklik gelar dengan raihan lebih dari satu trofi musim ini.
Gol penentu dari Kai Havertz pada menit ke-97 dalam leg kedua di Emirates Stadium, London, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB, tidak hanya menyingkirkan mantan klubnya, tetapi juga membawa Arsenal unggul agregat 4-2.
Hasil ini sekaligus memutus tren negatif The Gunners yang selalu kandas dalam empat laga semifinal terakhir mereka.
Mentalitas Juara yang Teruji
Arsenal saat ini tengah memimpin klasemen Premier League dengan selisih enam poin. Selain itu, Bukayo Saka dan kawan-kawan masih bernapas di babak 16 besar Liga Champions serta putaran keempat Piala FA. Redknapp menilai, keberhasilan menembus final Carabao Cup akan menjadi pelepas beban mental bagi tim.
“Arsenal sudah siap untuk menang,” tegas Redknapp saat berbicara di Sky Sports, yang dikutip jakrev.com pada Rabu (4/2/2026).
“Mereka sempat menderita dalam beberapa tahun terakhir karena selalu nyaris juara. Namun melihat kedalaman skuad dan cara mereka bermain sekarang, mereka adalah tim terbaik saat ini,” jelasnya.
Menurut Redknapp, tekanan yang selama ini membuat permainan Arsenal terlihat “kaku” dan terlalu berhati-hati diprediksi akan luntur pasca kemenangan atas Chelsea.
“Hasil ini akan membuat mereka lebih rileks. Kita akan melihat Arsenal yang bermain dengan lebih banyak kreativitas dan flair, seperti yang mereka tunjukkan di awal musim,” tuturnya.
Bukan Sekadar Estetika, tapi Hasil Akhir
Meskipun Mikel Arteta sering mendapat kritik terkait gaya bermain tim yang dianggap terlalu bergantung pada bola mati atau efektivitas lini depan, Redknapp membela progres tersebut. Dia menyamakan mentalitas Arsenal saat ini dengan skuat juara tahun 1989.
“Arsenal adalah mesin pemenang sekarang. Mungkin tidak selalu terlihat indah secara estetika, tapi pada akhirnya, tidak ada yang peduli dengan proses visual di atas kertas skor. Yang diingat hanyalah siapa yang mengangkat trofi,” ujar Redknapp.
Di partai final yang akan digelar 22 Maret mendatang, Arsenal akan menghadapi pemenang antara Manchester City atau Newcastle. Dengan posisi unggul di liga dan performa stabil di kompetisi Eropa, ambisi meraih treble atau bahkan lebih, kini bukan lagi sekadar mimpi di Emirates Stadium.


