BerandaOLAHRAGADominasi Tanpa Gol di Anfield Berakhir Pahit bagi Liverpool

Dominasi Tanpa Gol di Anfield Berakhir Pahit bagi Liverpool

PSG hentikan langkah Liverpool di perempat final Liga Champions. Arne Slot soroti kegagalan timnya konversi peluang emas di Anfield.

LIVERPOOL, jakrev.com – Langkah Liverpool di kasta tertinggi sepakbola Eropa musim ini resmi terhenti di babak perempat final.

Meski tampil dominan dan mengurung pertahanan lawan, The Reds harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 0-2 dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions di Anfield, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.

Hasil ini memastikan agregat 4-0 untuk keunggulan sang juara bertahan.

Pertandingan ini menjadi panggung bagi Ousmane Dembele yang tampil sangat klinis. Pemain asal Prancis itu menghukum kelengahan lini belakang tuan rumah melalui dua gol di babak kedua, masing-masing pada menit ke-78 dan masa injury time.

Pemandangan yang kontras dengan dominasi Liverpool yang gagal membuahkan satu pun gol meski mencatatkan sejumlah peluang bersih.

Momentum yang Hilang dan Intervensi VAR

Liverpool memulai laga dengan agresivitas tinggi. Kembalinya Alexander Isak memberikan dimensi baru pada serangan tim, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.

Situasi semakin sulit bagi tuan rumah saat penyerang Hugo Ekitike mengalami cedera serius yang memaksanya keluar lapangan lebih awal.

Salah satu momen kunci terjadi pada menit ke-64. Publik Anfield sempat bersorak saat wasit menunjuk titik penalti setelah Alexis Mac Allister terjatuh akibat kontak dengan Willian Pacho.

Namun, setelah intervensi VAR dan peninjauan layar di pinggir lapangan, wasit membatalkan keputusan tersebut. Keputusan yang menurut manajer Liverpool, Arne Slot, telah memadamkan momentum kebangkitan timnya.

Evaluasi Arne Slot Terkait Efisiensi Tim

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Arne Slot memberikan pujian sekaligus kritik tajam bagi performa anak asuhnya. Dia menilai Liverpool sebenarnya mampu menunjukkan level permainan yang layak untuk melaju ke babak berikutnya, namun “penyakit” lama berupa buruknya konversi peluang kembali menghantui.

“Kami menunjukkan perkembangan besar dibandingkan leg pertama. Saya harus memberikan apresiasi pada pemain dan dukungan luar biasa dari suporter yang membantu kami menjalankan high press dengan sempurna,” ujar Slot mengutip laman resmi klub, Rabu (15/4/2026).

Pelatih asal Belanda itu juga menyoroti statistik expected goals (xG) timnya yang tidak sebanding dengan skor akhir.

“Kami sangat tidak beruntung dan kembali tampil di bawah standar dalam hal mencetak gol. Kami bisa mendominasi PSG, namun di level ini, efisiensi adalah segalanya. Dembele menunjukkan hal itu kepada kami hari ini,” pungkasnya.

Kini, fokus Liverpool harus segera beralih ke kompetisi domestik. Kegagalan di Eropa musim ini memberikan pelajaran berharga bagi Slot tentang pentingnya ketajaman di depan gawang saat menghadapi tim-tim elit di kancah internasional.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Jakarta Review

JANGAN LEWATKAN